Retensi Urin pada Kehamilan

Inkarserasi uterus merupakan kejadian yang cukup jarang dengan insidensi hanya sekitar 1 : 3000 kehamilan. Terjadi akibat uterus yang arahnya retroversi, terjebak di balik promontorium sakrum dan terfiksasi selama sisa masa kehamilan. Antara usia kehamilan 12-20 minggu, pasien akan mengeluh nyeri perut bawah, konstipasi, inkontinensia urin, retensi urin, atau malah terus-menerus berkemih.

Uterus retroversiFernandes dkk (2012) mencatat dalam 10 tahun di sebuah rumah sakit di Boston terjadi delapan kasus inkarserasi uterus. Risikonya ialah abortus spontan. Pada beberapa kasus yang parah, sikap uterus dapat mengganggu vesica urinaria dan rektum, sehinggga menyebabkan ruptur vesica urinaria dan gangren rektum.

Inkarserasi uterus dapat menimbulkan misdiagnosis sebagai kehamilan ektopik, dengan bagian uterus yang mengalami retrofleksi disangka kantung kehamilan cul-de-sac sedangkan bagian inferior dari endometrium disangka uterus yang kosong. Pemeriksaan radiologis akan dapat menghindarkan misdiagnosis ini. Ultrasonografi akan menunjukkan bahwa serviks nampak memanjang pada posisi anterosuperior. Fundus uteri akan berada di posterior, terletak di sebelah dalam rongga pelvis.

Dalam jurnal yang ditulis pada J Ultrasound Med 2012; 31:645–50 ini, Fernandes dkk mengungkapkan bahwa reposisi uterus sebaiknya dilakukan pada saat kehamilan berusia antara 14-20 minggu. Pasien dibaringkan dengan posisi litotomi dorsal, lalu dipasangkan kateter urin, dan tangan menekan secara bimanual pada uterus. Satu jari masuk ke rektum, lalu meningkatkan tekanan pada uterus. Jika sulit dilakukan dengan anestesia regional, prosedur ini bisa dilakukan secara laparoskopi atau bahkan laparotomi. Setelah uterus dikembalikan ke posisi antefleksi, uterus dipasangi pessarium selama seminggu agar tidak kembali menjadi retroversi.

This entry was published on Maret 18, 2013 at 4:55 pm. It’s filed under Retensi urin and tagged , , . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Bagaimana pendapat Anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.595 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: