Evaluasi Tiroid pada Mola Hidatidosa

Sering kali gejala hipertiroid dieksplorasi pada penderita yang dicurigai mola hidatidosa, karena dipercaya bahwa hipertiroid menjadi predisposisi mola.

Sebetulnya, yang dipentingkan adalah membedakan apakah penderita tersebut mengidap mola atau memang menderita hipertiroid. Sebab bhCG yang menjadi penanda mola sama dengan rumus bangun hormon tiroid, sehingga menimbulkan gejala yang sama persis.
Akibatnya, hipertiroid dan mola dapat terjadi bersamaan, kendati keduanya tidak saling berhubungan.

Persoalannya, hipertiroid harus diobati karena dapat berkembang menjadi krisis tiroid. Oleh karena itu, menurut saya, adalah bijaksana jika kita menemukan pasien mola dengan gejala eksoftalmus, berdebar-debar yang nampaknya menyerupai gejala hipertiroid, untuk memeriksakan panel faal tiroidnya seperti TSH, T3, dan T4.

http://laurentina.wordpress.com
http://www.georgetterox.blogspot.com

This entry was published on Desember 15, 2012 at 1:17 pm. It’s filed under Penyakit trofoblas gestasional and tagged . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Bagaimana pendapat Anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: