Peran Anti Retroviral pada Ibu Hamil dengan Infeksi HIV

Di Latvia, kasus kehamilan dengan infeksi HIV sepanjang 4 tahun terakhir cukup banyak. Hanya 1/3-nya yang terdiagnosis infeksi HIV ketika hamil sebelum usia 14 minggu. Dari jumlah tersebut, mereka mendapatkan terapi antiretroviral berupa zidovudin.

Setelah persalinan mereka yang sebagian besar dijalankan melalui seksio Cesar elektif dan mereka tidak menyusui, ternyata hanya 1% yang mengalami transmisi HIV secara vertikal kepada bayinya.

Sekitar 15% ibu hamil ternyata baru mendapatkan terapi antiretroviral setelah kehamilan mencapai usia 24 minggu. Dengan upaya pencegahan transmisi HIV yang sama, transmisi vertikal juga berhasil ditekan, namun sebanyak 3% masih mengalami transmisi vertikal.

Adapun dibandingkan dengan sekitar 17% ibu hamil yang sama-sama dilakukan seksio Cesar dan tidak menyusui namun tidak diberikan antiretroviral, prevalensi transmisi HIV secara vertikal ternyata menukik hingga sekitar 16%.

Dengan demikian, saya berasumsi bahwa semakin dini ibu hamil didiagnosis infeksi HIV-nya, akan semakin cepat diberikan terapi antiretroviral, maka risiko transmisi HIV terhadap bayi juga akan dapat dikurangi.

J Int AIDS Soc. 2012 Nov 11;15(6):18256.
http://laurentina.wordpress.com
http://www.georgetterox.blogspot.com

This entry was published on Desember 16, 2012 at 10:12 pm. It’s filed under kelainan medis pada kehamilan and tagged , . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Bagaimana pendapat Anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: