Pengaruh Mutasi CCR5 terhadap Transmisi Vertikal HIV pada Kehamilan

Chemokine receptor 5 (CCR5) merupakan sitokin yang diekspresikan oleh manusia untuk melawan HIV, yang sayangnya justru merupakan ko-reseptor yang empuk bagi HIV itu sendiri. Peningkatan ekspresi reseptor CCR5 justru berasosiasi dengan peningkatan viral load dari HIV.

CCR5

Mutasi pada CCR5 berupa delesi terutama pada pasangan basa ke-32 dapat menurunkan ekspresi CCR5. Berkurangnya ekspresi sitokin ini menyebabkan HIV kekurangan ko-reseptor untuk ditempeli, akibatnya HIV sulit untuk menginfeksi sel. Pada penelitian ibu hamil yang mengidap HIV di Malawi, didapatkan bahwa mereka yang mengalami ekspresi CCR5 yang tinggi, ternyata mengalami viral load yang tinggi pula. Namun pada ibu-ibu tertentu yang mengalami delesi delta-32 pada CCR5 mereka, didapatkan viral load HIV yang rendah, sehingga transmisi HIV terhadap janin mereka pun cenderung rendah pula.

Setelah membaca penelitian Pedersen dkk pada PLoS ONE. 2007; 2(9): e838, saya berpikir bahwa memblokir reseptor CCR5 dengan mengadakan mutasi seperti di atas, merupakan lahan untuk diciptakan obat anti HIV berupa kemoprofilaksis mikrobisida yang bekerja sebagai inhibitor CCR5.

http://laurentina.wordpress.com
http://www.georgetterox.blogspot.com

This entry was published on Desember 21, 2012 at 2:46 pm. It’s filed under HIV, kelainan medis pada kehamilan and tagged , . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Bagaimana pendapat Anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: