Single Embryo Transfer dengan CCS

Sejak ditemukan bahwa single embryo transfer pada teknologi reproduksi berbantu (assisted reproductive technology) lebih baik daripada multiple embryo transfer karena mengurangi kejadian kelahiran multifetus, dilakukan riset lebih mendalam mengenai single embryo transfer ini. Upaya saat ini ditujukan untuk mengurangi kejadian anomali kongenital pada embrio yang dihasilkan. Secara tradisional, single embryo transfer dilakukan dengan cara transfer blastokist tanpa melakukan penapisan terlebih dahulu, sehingga kejadian anomali kongenital sulit dicegah.

CCS + SET

Forman dkk (2012) melakukan single embryo transfer dengan cara comprehensive  chromosome screening, ternyata kejadian anomali kongenital dapat dikurangi. Penapisan kromosom dilakukan pada blastokist, sehingga blastokist yang didapati mengalami kelainan kromosom  tidak ditransferkan, sedangkan blastokist yang kromosomnya nampak normal ditransferkan. Dengan ini, lebih sedikit kejadian kehamilan yang mengalami abortus, dan lebih banyak kehamilan yang berlanjut sehat hingga aterm.

Para pasien ART umumnya merasa terbebani karena proses transfer embrio yang bersiklus-siklus membuat mereka cukup frustasi, dengan keberhasilan yang masih belum dapat dipastikan. Dengan adanya CCS ini, embrio yang mengalami kelainan kongenital dapat ditapis, sehingga pasien mendapatkan pertimbangan untuk tidak melanjutkan kehamilan yang nampaknya tidak akan berhasil. Ini ternyata mengurangi beban finansial dan psikologis yang harus mereka tanggung.

Pada jurnal yang ditulis di Hum. Reprod. (2012) 27 (4):1217-22 ini, saya tertarik bahwa seperti pada gambar di atas, ternyata CCS memberikan harapan yang lebih baik pada para pasien berusia tua. Single embryo transfer yang semula hanya berhasil jika dilakukan pada ibu berusia kurang dari 37 tahun, ternyata jika dengan dilakukan CCS menimbulkan angka keberhasilan yang lebih tinggi pada ibu berusia lebih dari 37 tahun.

This entry was published on Desember 31, 2012 at 10:45 am. It’s filed under in vitro fertilization and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Bagaimana pendapat Anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: