Gambaran USG pada Amenorea Primer

Amenorea primer merupakan kelainan berupa tidak hadirnya menstruasi seteleah seorang gadis berusia 16 tahun. Sumber kelainannya dapat berasal dari ovarium, vagina, uterus, kelenjar adrenal, kelenjar hipofise, maupun kelenjar hipotalamus. Ultrasonografi (USG) dapat membantu mendiagnosis etiologi amenorea primer ini.

Uterus normal pada seorang gadis berusia 15 tahun.Anak panah menunjukkan ketebalan endometrium pada fase sekresi.

Uterus normal pada seorang gadis berusia 15 tahun.
Anak panah menunjukkan ketebalan endometrium pada fase sekresi.

Normalnya, setelah pubertas, gambaran uterus pada USG akan membentuk tabung sepanjang 5-7 cm. bentuknya mirip buah pir, dengan ratio antara fundux dan serviks 3 : 1.

Jika gadis ini mengalami hambatan pada perkembangan gonadnya, maka uterusnya akan nampak lebih kecil dari ukuran tersebut.

Pada gadis dengan kelainan hipergonadotropik hipogonadisme, terjadi peningkatan rasio FSH/LH, namun jaringan gonad tidak berespons terhadap gonadotropin ini. Gambaran USG dapat menunjukkan ketidakadaan ovarium (atau ada ovarium meskipun kecil dan hanya satu buah), meskipun uterus dapat nampak (kendati ukurannya kecil, tidak seperti uterus dewasa). Contoh kelainan ini misalnya sindroma Turner (45,XO).

Gambaran USG pada gadis pengidap sindroma insensitivitas androgen. Uterusnya hanya berkembang hingga 18 mm.

Gambaran USG pada gadis pengidap sindroma insensitivitas androgen. Uterusnya hanya berkembang hingga 18 mm.

Pada gadis dengan kelainan pseudohermafrodit, salah satu kelainannya dapat berupa sindroma feminisasi testikular (sindroma insensitivitas androgen). Gadis ini memiliki payudara, tetapi karena duktus Muller-nya tidak berkembang, maka praktis gadis ini hampir-hampir tidak memiliki ovarium, uterus, apalagi vagina. Estrogen yang dimilikinya dihasilkan dari testis dan kelenjar adrenal.

Amenorea primer juga dapat terjadi pada gadis penderita PCOS. Pada gadis seperti ini, bila dilakukan USG maka akan nampak ovariumnya memiliki folikel kecil-kecil yang hanya seukuran 5-8 cm.

Kelainan penyebab amenorea primer lainnya yang dapat diobservasi dengan USG adalah obstruksi pada uterus. Duktus Muller yang semestinya berkembang menjadi uterus ternyata tidak berkembang sebagaimana mestinya, sehingga malah tumbuh menjadi organ yang mengobstruksi dirinya sendiri. Salah satu yang paling sering nampak ialah uterus bicornuata, akibat dua duktus Muller yang hanya berfusi di bagian inferior saja sehingga berkembang menjadi seolah dua uterus namun keduanya berakhir pada satu vagina yang sama.

Jika semula memang duktus Muller yang berkembang hanya satu, maka hasil akhirnya ialah uterus unicornuata.

Ada pula kelainan perkembangan terjadi pada hymen berupa hymen imperforata, vagina yang bersepta (septum vagina), atau vagina yang memiliki stenosis. Karena gadis-gadis seperti ini sebetulnya menstruasi namun darahnya tidak bisa mengalir oleh karena obstruksi dari kelainan di atas, maka terjadi hydrocolpos (penumpukan cairan di vagina) atau hydrometra (penumpukan cairan di uterus). Seringkali kelainan ini disertai kelainan perkembangan pada saluran kemih.

Gambaran USG penderita sindroma Mayer Rokitansky Hauser. Nampak terjadi obstruksi pada uterus dan vagina.

Gambaran USG penderita sindroma Mayer Rokitansky Hauser. Nampak terjadi obstruksi pada uterus dan vagina.

Kelainan terbanyak kedua penyebab amenorea primer ialah sindroma Mayer Rokitansky Hauser. Gadis ini memiliki ovarium dan tuba fallopii lengkap, tetapi kelainan perkembangan terjadi pada uterus dan vagina. Vagina mengalami atresia, sedangkan uterus dapat mengalami kelainan yang spektrumnya bisa berupa rudimenter, hipoplasia, bicornuata, hingga obstruksi.

Naskah asli diterbitkan oleh Rosenberg HK dalam Endocrinol Metab Clin N Am 38 (2009) 739–760.

This entry was published on Januari 6, 2013 at 10:34 am. It’s filed under Amenorea and tagged , , , . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Bagaimana pendapat Anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: