Plasenta IUGR

Observasi oleh Cetin I dan Alvino G (2009) menunjukkan bahwa pada fetus dengan terhambat pertumbuhannya (intrauterine growth restriction, IUGR) terjadi gangguan metabolik plasenta yang menimpa metabolisme asam amino, glukosa, dan asam lemak.

Gangguan metabolisme asam amino ditandai peningkatan rasio asam dokosaheksanoat dengan prekursor asam linolenat, serta peningkatan rasio asam arakidonat dengan prekursor linoleat. Nampak di sini asam amino cenderung meningkat. Sementara itu pada vena umbilikus ibunya didapatkan bahwa konsentrasi asam amino cenderung menurun.

Pada plasenta terjadi pula gangguan reseptor lipoprotein dan lipase lipoprotein. Adapun transpor glukosa cenderung dipreservasi.

Gangguan pada plasenta ini nampaknya dikontribusi oleh insufisiensi plasenta yang bersumber dari faktor maternal maupun fetal itu sendiri. Hasil akhirnya ditandai kelainan pada berat plasenta.. Riset membuktikan bahwa pada bayi-bayi dengan berat lahir yang sama, jika dibandingkan antara bayi kecil masa kehamilan dan sesuai masa kehamilan, rasio antara berat plasenta dan berat janin lebih besar pada bayi SGA.

Definisi IUGR:Berat lahir di bawah persentil ke-10 pada populasi rujukan (Grafik A), disertai penurunan lingkar abdomen di bawah persentil ke-10, atau penurunan longitudinal pada pertumbuhan lingkar abdominal (diukur dengan menggunakan sonografi) hingga melebihi 40 sentil.

Definisi IUGR:
Berat lahir di bawah persentil ke-10 pada populasi rujukan (Grafik A), disertai penurunan lingkar abdomen di bawah persentil ke-10, atau penurunan longitudinal pada pertumbuhan lingkar abdominal (diukur dengan menggunakan sonografi) hingga melebihi 40 sentil dari pengukuran awal.

Juga nampak bahwa penggunaan oksigen dalam plasenta juga lebih banyak, dampaknya ialah berkurangnya penggunaan oksigen pada fetus itu sendiri. Hipoksia pada plasenta mengakibatkan plasenta bekerja mengkompensasi dengan cara menyintesa DNA mitokondria lebih banyak lagi. Itu sebabnya pada plasenta IUGR lebih banyak ditemukan DNA mitokondria daripada plasenta fetus normal.

Review ini diterbitkan dalam Placenta 30 (Suppl A), Trophoblast Research Vol 23 (2009) S77-82.

This entry was published on Januari 8, 2013 at 3:40 pm. It’s filed under IUGR and tagged , . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Bagaimana pendapat Anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: