Dampak Olahraga Selama Hamil terhadap Bayi

Olahraga pada ibu-ibu hamil yang berpotensi melahirkan bayi-bayi makrosomia, ternyata dapat mengurangi risiko tersebut. Review yang dilakukan oleh Hopkins SA dan Cutfield WS (2011) mengungkapkan bahwa olahraga mengurangi akumulasi massa lemak pada fetus, dan ini akan mengurangi risiko bayi tersebut untuk terlahir sebagai bayi large for gestational age (LGA). Olahraga yang disarankan ialah bersepeda selama 40 menit sebanyak lima kali/minggu, dimulai dari usia kehamilan 20 minggu.

Olahraga ini juga perlu dilakukan secara konsisten karena ternyata plasenta fetus beradaptasi terhadap kebiasaan berolahraga ibu. Ibu yang mulai kebiasaan berolahraga dengan volume yang tinggi, lalu mengurangi kebiasaan tersebut pada akhir masa kehamilan, cenderung melahirkan bayi yang lebih besar sekitar 460 gram daripada populasi umum.

Fetus yang lahir dengan berat melebihi 4500 gram berisiko mengalami trauma lahir dan bahkan kematian. Bayi yang terlahir LGA cenderung lebih sering mengalami lipolisis dan sesuai hipotesis Pedersen, berkurangnya sensitivitas terhadap insulin, segera sesudah pelahiran.

Membaca review yang ditampilkan dalam Exerc Sport Sci Rev 2011; 39(3)120-127 ini, saya berpikir bahwa olahraga dalam kehamilan mesti dilakukan secara seimbang. Olahraga sangat diperlukan terutama oleh ibu-ibu obese untuk mengurangi risiko terlahirnya giant baby atau makrosomia dan LGA, namun tidak dipungkiri kenyataan bahwa ibu-ibu normal yang berolahraga cukup intens ternyata melahirkan bayi yang lebih kecil. Kita masih memerlukan penelitian untuk mencari tahu bagaimana olahraga bisa mengurangi tumpukan lemak pada fetus-fetus yang sebetulnya tidak berisiko terlahir giant, agar jangan sampai olahraga tersebut malah membuat pertumbuhan in utero mereka terhambat.

This entry was published on Januari 13, 2013 at 4:12 am. It’s filed under antenatal care, kelainan medis pada kehamilan and tagged , , , . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

2 thoughts on “Dampak Olahraga Selama Hamil terhadap Bayi

  1. Aku setuju ide merangkum yang kita dapat hari ini di RS ditulis di blog. Tapi lagi2 tantangan terberatnya adalah konsistensi dan keteraturan menulisnya. Aku jatuh bangun mengalaminya (lihat kondisi blogku : http://www.thisisyourway.blogspot.com)…Bagi spiritnya dong…..Aku mulai semangat nulis lagi nih….

    • Aku nggak menggunakan kata “merangkum”. Pekerjaan merangkum itu sepertinya sulit, kita mendapatkan terlalu banyak hal setiap hari untuk bisa dirangkum. Waktu kita nggak cukup untuk itu😀

      Tapi aku mulai dari yang sederhana aja. Aku menuliskan “apa yang dibilang oleh guruku” setiap hari. Nggak usah banyak-banyak, dua-tiga paragraf sudah cukup. Targetnya yang penting itu, setiap hari harus ada produk tulisan. Nggak usah mikirin target jumlah komentator, apalagi kalau target pembaca blogmu adalah orang-orang tertentu.

      Konsistensi adalah tantangan besar. Kesulitanku sendiri adalah aku punya tiga blog yang berbeda. Satu blog sudah punya pasar setia, satu blog lain masih mencari-cari pasarnya, dan satu blog yang lainnya lagi masih baru lahir satu bulan. Aku nggak bisa bilang aku berhasil karena aku masih menjalankan apa yang kukatakan di paragraf kedua tadi. 30 hari pertama adalah masa-masa terberat. Tapi untuk blog ini, aku sudah menjalankan 29 tulisan, jadi aku optimis bahwa aku bisa melanjutkan blog ini secara teratur.🙂

Bagaimana pendapat Anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: