VIA vs Pap Smear untuk Deteksi Kanker Serviks

Asam cuka yang ada di dapur rumah kita ini dapat digunakan untuk deteksi kanker serviks.

Asam cuka yang ada di dapur rumah kita ini dapat digunakan untuk deteksi kanker serviks.

Dalam upaya mempermudah deteksi kanker serviks yang selama ini dilakukan dengan cara Pap Smear di Sudan, maka Ibrahim A dkk (2012) mencoba membandingkan hasil deteksi dari Pap Smear dengan deteksi menggunakan visual inspection with acetic acid (VIA). Sebanyak 934 perempuan yang tidak memiliki keluhan pada serviksnya dilakukan tes Pap Smear dan VIA sekaligus. Pada perempuan yang didapati hasil abnormal pada salah satu tes ataupun keduanya, dikonfirmasi untuk dilakukan kolposkopi dan biopsi.

Hasilnya, ternyata spesimen Pap Smear yang dinyatakan positif hanya terkonfirmasi positif oleh kolposkopi sebanyak 72,9%. Namun pada spesimen VIA yang dinyatakan positif, yang terkonfirmasi positif oleh kolposkopi mencapai 74,6%.

Riset yang termuat dalam International Journal of Women’s Health 2012:(4) 67–73 ini menunjukkan bahwa VIA lebih sensitif untuk mendeteksi kanker serviks daripada Pap Smear. Untuk ukuran negara berkembang seperti Sudan, mengajari tenaga-tenaga kesehatan pada level yang tidak terlalu tinggi, akan VIA jelas jauh lebih mudah daripada mengajarkan Pap Smear. Ini sangat bisa ditiru di Indonesia.

Gambar diambil dari sini.

This entry was published on Januari 14, 2013 at 2:05 pm. It’s filed under kanker serviks and tagged , , , . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Bagaimana pendapat Anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: