Peran Ginekolog dalam Mendukung Menyusui

Dokter kandungan ternyata memegang peranan penting dalam membangun motivasi ibu untuk menyusui bayinya. Kunjungan ibu ketika memeriksakan kehamilan ternyata berperan besar untuk menciptakan motivasi menyusui pada ibu saat ia melahirkan kelak. Penelitian yang dibuat oleh DiGirolamo (2007) mengungkapkan bahwa pada ibu-ibu yang sengaja dimotivasi oleh dokter kandungannya untuk menyusui ketika mereka masih hamil, ternyata 70% tetap betul-betul menyusui ketika mereka lahir. Sedangkan pada ibu-ibu yang tidak dimotivasi oleh dokter kandungannya untuk menyusui, hanya 54% yang akhirnya memang menyusui.

bigstock-Smiling-pregnant-woman-sitting-13100360-285x185 (1)Hendaknya dokter kandungan memotivasi para ibu hamil untuk menyusui dengan cara memberikan pertanyaan terbuka seperti, “Apa yang Ibu ketahui tentang menyusui?” Ini lebih baik daripada memberikan sekedar pertanyaan opsi tertutup seperti, “Apakah Ibu ingin menyusui atau mau menggunakan susu kaleng saja?”

Keberadaan para detailer susu kaleng di klinik-klinik pemeriksaan kehamilan ternyata juga berpengaruh besar terhadap motivasi ibu untuk menyusui. Pada kelompok ibu yang sejak awal belum berencana untuk menyusui, jika ketika hamil mereka pulang dari pemeriksaan kehamilan dengan membawa souvenir bertuliskan merk susu formula, ternyata menciptakan motivasi 1,7 kali lipat untuk berhenti menyusui sebelum waktunya.

Jurnal ini ditulis oleh Stuebe A dalam Rev Obstet Gynecol 2009;2(4):222-231.

Idealisme SpOG diujicoba ketika dalam praktek mereka berperang melawan waktu yang padat dan detailer yang berkeliaran di tempat praktek mereka, menurut saya. Berapa waktu yang disediakan oleh SpOG untuk berbicara dengan setiap pasien mereka untuk memotivasi menyusui? Bagaimana cara mereka memasang petugas keamanan di tempat praktek mereka untuk menghindari detailer susu formula?

Gambar diambil dari sini.

This entry was published on Januari 19, 2013 at 10:05 am. It’s filed under antenatal care and tagged , , , . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

4 thoughts on “Peran Ginekolog dalam Mendukung Menyusui

  1. Suka sama postingan ini mbak. Waktu melahirkan anak pertama saya melahirkan di rumah sakit yang pro ASI. Bukan dokternya yang memotivasi tapi bidannya. Sy masih ingat (11,5 thn yl) waktu pertama kali mau menyusui bayi saya, saya kebingungan krn masih belajar menyusui. Bayi saya nangis2. Sy sampai minta tolong sama bidan jaga. Bidan itu mengambilkan cairan glukosa (krn mereka memang tdk support sufor).

    Tdk lama kemudian datang bidan senior yang dikenal super jutek. Dengan tegasnya dia mengajari sy utk menyusui. Alhamdulillah saya berhasil menyusui.

    Sy melahirkan anak kedua di RS lain (di kota lain). Krn pengalaman menyusui dgn anak pertama, saya bertekad akan menyusui anak kedua saya. Rupanya waktu masih ditangani di kamar bersalin, diam2 bidannya sudah membukakan sufor tanpa bertanya. Sy dan suami gigih mau kasih anak kami ASI tapi bidannya malah berkeras, berusaha agar kami memberikan sufor dengan dalih bayi yang baru lahir biasanya kurang minum sehingga bisa kuning. Sy berkeras, eh dia berkeras juga.

    Untungnya kami tdk luluh sama bidannya. Sebal saya sama bidan itu.

    Begitu kalo RS sudah kerjasama dengan dedtailer susu ya mbak. Malah merusak saja …

    • Harusnya bidan menjadi ujung tombak kampanye ASI, bukannya ujung tombak kampanye sufor😀

      Dalam kurikulum sekolah2 kebidanan, apakah mereka diberi pelajaran ttg pentingnya ASI ya mbak?

      • Wah, saya nggak tahu soal itu, karena saya nggak pernah ikut sekolah kebidanan😀
        Yang saya tahu, di sekolah kedokteran kandungan tempat saya belajar, pelajaran tentang ASI sekitar 4 jam saja😀

        Banyak sekali ahli obstetri yang masih berpendapat bahwa ASI adalah pelajaran untuk bidan atau petugas gizi, bukan urusan dokter. Sayang sekali itu.😀
        Di lain pihak, bidan mungkin belajar tentang ASI, tapi saya tidak tahu apakah mereka belajar tentang idealisme memperjuangkan kualitas nutrisi bayi atau tidak. Saya perlu pendapat bidan sungguhan untuk ini.😀

    • Saya menyukai testimoni ini, lengkap dan mencerminkan pengalaman nyata ibu menyusui.

      Memang betul ada sebagian RS yang diam-diam bekerja sama dengan perusahaan susu formula untuk melariskan produk susu mereka dan membiayai operasional dari RS tersebut. Korbannya adalah ibu-ibu baru melahirkan seperti Mbak Mugniar, yang kadang-kadang sulit menolak “paksaan” dari paramedis untuk memberikan susu formula.

      Baik sekali Mbak Mugniar menolak gigih paksaan paramedis tersebut untuk memberikan susu formula. Saya sangat berharap pasien-pasien lain seasertif Mbak Mugniar.

Bagaimana pendapat Anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: