Mencegah Adhesi dalam Operasi Ginekologis

Insidensi adhesi mencapai 55-100% dalam operasi di rongga pelvis wanita. Kejadian adhesi dapat berdampak kesulitan pada operasi pelvis berikutnya pada pasien yang mengalaminya.

Interceed

Penggunaan Interceed untuk menutupi uterus setelah dilakukan miomektomi.

Adhesi dapat terjadi oleh karena cedera iskemia maupun karena inflamasi selama operasi. Cedera iskemia disebabkan proses traumatik yang dialami jaringan seperti penusukan, penjahitan, atau ligasi. Sedangkan inflamasi terjadi karena infeksi bakterial maupun karena rongga peritoneum tercemar oleh benda asing (misalnya bedak, benang jahit, atau kontaminan feses).

Gore-Tex pada gambar ini dilaporkan oleh Ahmad dkk (2008) lebih baik daripada Interceed dalam mengurangi kejadian adesi dalam operasi ginekologis.

Gore-Tex pada gambar ini dilaporkan
oleh Ahmad dkk (2008) lebih baik daripada Interceed
dalam mengurangi kejadian adesi dalam operasi ginekologis.

Dalam upaya mencegah kejadian adesi pada operasi ginekologis ini, Executive and Council of the Society of Obstetricians and Gynaecologists of Canada memberikan sejumlah rekomendasi. Disebutkan oleh Robertson dkk dalam International Journal of Gynecology and Obstetrics 2010; 111(2):193-7 bahwa meticulous surgical technique merupakan teknik yang manjur dalam mencegah adesi. Teknik ini meliputi meminimalisasi trauma jaringan, mencegah infeksi bakterial, mengurangi penggunaan bedak, melakukan hemostasis, menghindari kontaminasi oleh feses.

Seprafilm yang kini banyak digunakan dalam operasi miomektomi untuk mencegah adesi.

Seprafilm yang kini banyak digunakan dalam operasi miomektomi untuk mencegah adesi.

Risiko adesi meningkat seiring dengan jumlah operasi yang dialami penderita. Oleh karena itu disarankan kepada para ginekolog agar dalam melakukan prosedur operatif, diambil pendekatan yang paling minim invasif.

Dewasa ini telah dapat diperoleh agen-agen sawar yang mampu mengurangi adesi dengan cara diletakkan antara struktur-struktur panggul selama proses penyembuhan. Agen ini antara lain oxidized regenerated cellulose (Interceed), namun agen ini tidak dapat bekerja efektif jika tidak dilakukan hemostasis dengan baik. Politetrafluoroetilen (Gore-Tex) bekerja lebih baik daripada Interceed dalam mencegah adesi. Sodium hilauronat/karboksimetilselulosa (Seprafilm) merupakan agen anti adesi yang lain, baik jika digunakan dalam miomektomi.

Gambar diambil dari sini, sini dan sini.

This entry was published on Januari 20, 2013 at 5:47 am. It’s filed under bedah ginekologi and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Bagaimana pendapat Anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: