Embolisasi Arteri Uterina pada Mioma Berisiko pada Kehamilan

Dalam beberapa tahun terakhir, embolisasi arteri uterina (uterine artery embolization) dipandang menjadi alternatif yang menjanjikan untuk mempertahankan kesuburan pada perempuan dengan mioma uteri. Akan tetapi berangsur-angsur dilaporkan bahwa dibandingkan perempuan hamil yang pernah mengalami miomektomi, ternyata perempuan mioma yang dilakukan UAE lebih banyak mengalami persalinan prematur atau malpresentasi ketika hamil di kemudian harinya.

Embolisasi Arteri UterinaAnalisis Homer dan Saridogan (2010) menunjukkan bahwa risiko keguguran meningkat sebanyak 35-45% pada alumni UAE daripada perempuan mioma fibroid yang dibiarkan tanpa ditindak. Fibroid submukosa juga cenderung lebih baik ditindak dengan reseksi histeroskopis daripada UAE.

Nampak bahwa embolisasi dapat menimbulkan iskemia endometrium yang berdampak kerusakan ireversibel pada rongga uterus. Pernah dilaporkan bahwa pada pasien yang telah dilakukan UAE, ternyata terjadi atrofi endometrium, dan bahkan nekrosis uterus yang memerlukan histerektomi. UAE juga bukan menghilangkan fibroid, namun mengurangi ukuran fibroid hingga 50-60%, sehingga dapat mendistorsi rongga endometrium. Pada pasien fibroid intramural yang dilakukan UAE, setelah dilakukan histeroskopi, ternyata hanya sebanyak 37% yang normal, sedangkan 37% lainnya mengalami protrusi pada sisa fibroid, 14% lainnya mengalami adhesi pada serviks atau intrauterin, dan 10% lainnya tetap terjadi komunikasi antara mioma dengan rongga uterus.

Dari jurnal yang termuat dalam Fertil Steril 2010; 94(1):324-30 ini, nampaknya kita menyadari bahwa meskipun UAE merupakan alternatif bagi pasien yang kesulitan untuk dilakukan miomektomi, akan tetapi UAE tidak akan dapat mengeliminasi mioma secara lengkap. Akan tetap ada sisa mioma yang tertinggal sehingga mampu menghambat kontraksi uterus pada saat ia hamil dan bersalin nanti. Namun isu yang patut diwaspadai adalah kerusakan pada rongga uterus akibat UAE yang dapat berisiko untuk abortus spontan dan persalinan prematur.

This entry was published on Maret 22, 2013 at 5:30 am. It’s filed under Mioma Uteri and tagged , , , . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Bagaimana pendapat Anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: